Mohamed Salah, Luis Suarez Baru di Liverpool

0
13

Mohamed Salah, Luis Suarez Baru di Liverpool

Nama Mohamed Salah sempat menjadi perbincangan di Anfield Stadium di musim panas ini. Nama pemain yang satu ini muncul ke permukaan setelah manajemen The Reds memutuskan untuk memboyongnya dari AS Roma dengan initial fee sebesar 45 juta Euro yang bisa membengkak menjadi 50 juta Euro. Namun saat itu, bukan puja puji yang didengungkan oleh para suporter hingga jajaran manajemen The Reds. Kedatangan Salah justru diiringi dengan keraguan yang ada di dalam benak mereka.

Keraguan para suporter, manajemen, hingga jajaran pelatih The Reds pun bukan tanpa alasan. Di musim 2014 hingga 2016, Salah pernah bermain di Chelsea dan terbukti gagal total di Stamford Bridge. Tak heran jika ada banyak nada miring yang mengiringi kedatangan Salah ke Anfield. Mereka tidak yakin dengan langkah yang dilakukan oleh manajemen dengan mendatangkan Salah. Bahkan banyak pengamat dan jurnalis sepak bola yang mengatakan bahwa The Reds sedang dalam perjudian besar.

Ya, The Reds ibarat sebagai keledai yang melalui jalan yang sama saat ia jatuh ke lubang. Liverpool berani memboyong Salah setelah sebelumnya, Chelsea melakukan langkah yang sama dan gagal. Bayang-bayang kegagalan pun muncul dalam benak mereka. Bahkan Steven Gerard pun menjadi orang yang terang-terangan mempertanyakan keputusan manajemen. Gerard merupakan salah satu saksi mata bagaimana perkembangan Salah di Chelsea.

Saat masih menjadi pemain, Gerard menilai bahwa perkembangan Salah di Chelsea terhambat. Ia datang di saat yang tidak tepat karena kala itu, lini depan Chelsea diisi oleh sederet nama-nama mentereng yang membuat Salah gagal masuk ke tim utama. Selain sebagai pemain pengganti, Salah pun hanya menjadi prioritas saat Chelsea bermain di FA Cup. Lampard yang kala itu menjadi seniornya pun meng-iya-kan argumentasi Gerard.

Bungkam Nada Miring Pendukung The Reds

Datang dengan harga 45 juta Euro, Liverpool dianggap sedang melakukan kesalahan yang sama saat mereka memboyong Andy Carrol dengan harga fantastis. Carrol 100% gagal di Liverpool dan langsung terbuang di musim berikutnya. Kira-kira, seperti itulah masa depan Salah di Liverpool.

Namun Salah membuktikan bahwa opini pendukung The Reds adalah sesuatu yang salah. Ia justru langsung tampil memukau dengan menjadi keran gol bagi Liverpool bersama Sadio Mane. Di lini depan, peran Salah pun terlihat dengan jelas dan tak tergantikan. Ia kerap membuka peluang bagi pemain lain setelah ia berhasil mencetak gol. Ya, Salah bukan tipe striker oportunis yang egois.

Ia tumbuh sebagai pemain sayap sehingga Salah tahu kapan harus mencetak gol dan kapan waktu yang tepat untuk memberikan umpan sembari membiarkan pemain lain mencetak gol. Keberadaan Salah telah membuat lini depan Liverpool menjadi lebih baik. Andai saja Jurgen Klopp memiliki materi pemain belakang yang solid, mungkin posisi Liverpool di klasemen sementara akan jauh lebih baik.

Dalam 14 permainan bersama Liverpool di seluruh pertandingan, Mohamed Salah sudah mencetak 11 gol. Di Premier League, Salah pun berada di jajaran striker berbahaya klub lain yang kini sedang memburu gelar Top Skorer. Pemain asal Mesir ini pun sudah mencetak 3 asists di semua kompetisi yang membuat rating permainannya meningkat.

Meski kerap di kaitkan dengan Luis Suarez, namun Salah dengan jelas menampik perbandingan tersebut karena dirinya dianggap belum satu level dengan pemain asal Uruguay itu.

Mohamed Salah, Luis Suarez Baru di Liverpool on November 9, 2017 rated 4.0 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here