Mengenang Italia di Piala Dunia lewat Fabio Cannavaro

0
17

Kegagalan timnas Italia untuk lolos ke Piala Dunia langsung mendapatkan sorotan dan kritikan pedas dari seluruh insan sepak bola. Gian Piero Ventura dinyatakan sebagai sosok yang harus bertanggungjawab dengan kegagalan Gli Azzurri tampil di Piala Dunia. Italia merupakan negara yang sudah menjuarai trofi tertinggi di dunia sepak bola ini sebanyak empat kali. Sedangkan dalam perjalanannya, Italia pun kerap tampil di putaran utama. Tak hanya sebagai penggembira, Italia pun kerap masuk ke babak semifinal.

Namun dengan kegagalan Gli Azzurri dalam mengalahkan Swedia, kini mereka harus menanggung malu berkat catatan merah yang mereka torehkan. Italia dicap sebagai tim yang gagal karena tidak bisa memaksimalkan kekuatan di dalam skuadnya. Berisi dengan nama-nama striker berbahaya seperti Ciro Immobile, ternyata Italia justru gagal menghancurkan perlawanan Swedia. Apalagi di lini belakang, Buffon masih setia menjadi penjaga gawang. Dengan keberadaan pemain berusia 38 tahun itu, Buffon menghadirkan jaminan keamanan di lini pertahanan Italia.

Kini, semua hanya tinggal kenangan karena di kompetisi selanjutnya tidak akan ada nama-nama seperti Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Ciro Immobile, hingga Daniele De Rossi yang dikabarkan juga akan segera pensiun dari tim nasional Italia. Ya, Gli Azzurri sendiri memiliki sederet pemain bintang yang bermain dengan gemilang di klubnya. Tapi racikan strategi yang kurang tepat disinyalir menjadi pemicu kegagalan Italia di Piala Dunia 2018.

Sosok Sentral pada Piala Dunia 2006

Fabio Cannavaro menjadi sosok penting dalam perjalanan Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006. Pemain berkepala plontos yang berposisi sebagai bek tengah ini muncul sebagai pahlawan yang memimpin rekan-rekannya mengalahkan tim nasional Prancis di laga pemuncak.

Selain dikenal sebagai bek yang tangguh, Cannavaro juga dikenal sebagai kaptai yang disegani oleh pemain lain. Buffon sendiri kagum dengan gaya kepemimpinan Cannavaro di atas lapangan. Meski memiliki perawakan yang kecil, namun Cannavaro memiliki determinasi yang tinggi dan etos kerja yang hebat. Ia tak pernah takut menghadapi striker lawan yang ingin merusak area pertahanannya.

Bukti kepiawaiannya dalam menjaga pertahanan pun terbukti di kompetisi yang kala itu digelar di Jerman. Bermain sepanjang fase grup, Italia hanya kebobolan dua gol sebelum akhirnya menjadi juara. Tak heran jika media ternama di Eropa memberikan julukan The Berlin Wall kepadanya. Lini pertahanan Italia semakin kuat setelah dijaga oleh Cannavaro. Ia menjadi palang pintu utama sebelum striker lawan berhadapan dengan Buffon di kotak 12 pas.

Datang dengan Pincang

Italia datang ke Jerman yang kala itu menjadi penyelenggara Piala Dunia 2006 dengan pincang. Kasus Calciopoli telah merenggut nama besar Serie A dan Italia secara keseluruhan. Gli Azzurri pun dipandang sebelah mata oleh para kompetitornya.

Namun ditengah badai cercaan kala itu, Cannavaro berhasil memimpin rekan-rekannya tetap tenang di atas lapangan. Hingga akhirnya pertandingan demi pertandingan dilalui Italia dengan hasil positif. Di partai final, Italia sempat ketinggalan dengan gol Zidane sebelum akhirnya ia harus keluar karena menyeruduk Matterazi. Italia pun berhasil menyamakan kedudukan dan membawa Italia juara melalui adu penalti.

Selain menjadi juara Piala Dunia 2006, di tahun yang sama ia pun menyabet gelar Ballon d’Or sekaligus FIFA World Player of the Year 2006. Ia menjadi sosok bek pertama yang berhasil menjuarai dua trofi bergengsi tersebut. Dengan kegagalan Italia di Piala Dunia kali ini, akankah mereka bangkit pada Piala Dunia 2022 nanti?

Mengenang Italia di Piala Dunia lewat Fabio Cannavaro on November 14, 2017 rated 5.0 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here