Konspirasi Liga Indonesia: Bhayangkara FC Juara Melalui Rapat Khusus

0
69

Konspirasi Liga Indonesia: Bhayangkara FC Juara Melalui Rapat Khusus

Mako Kostrad yang berada di bilangan Jakarta Pusat menjadi saksi bisu terjadinya rapat penentuan juara. Pada Jumat (10/11) petang lalu,sosok petinggi PSSI, Manajemen Mitra Kukar, Bali United, Bhayangkara FC dan para petinggin PT. Liga Indonesia Baru (LIB) merupakan para pelaku yang datang dalam rapat tersebut. Sebab digelarnya rapat tersebut adalah untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di Liga 1 Indonesia terkait pemberian hadiah poin bagi Bhayangkara FC yang kala itu melakukan banding terhadap Mitra Kukar.

Tim yang dimiliki oleh Polri itu tiba-tiba mendapatkan hadiah poin karena Mitra Kukar memainkan Mohamed Sissoko kala dua klub bersua dengan skor imbang. Sebenarnya, kesalahan tersebut bukan murni merupakan kesalahan Mitra Kukar karena mereka hanya mentaati peraturan yang berlaku. Dalam Nota Larangan Bermain yang diterbitkan oleh PT. LIB, tidak ada nama Mohamed Sissoko dalam daftar cekal sehingga Mitra Kukar pun berani menurunkan mantan pemain Liverpool itu.

Tak heran jika PT. LIB sendiri dianggap melakukan kelalaian atas kasus ini. Namun manajemen PT. LIB menolak untuk disalahkan terkait dengan masalah yang terjadi. Di sisi lain, jika sebuah tim melakukan sebuah kesalahan maka seharusnya tim tersebut mendapatkan hukuman. Tapi dalam kasus ini, justru Bhayangkara FC mendapatkan ‘hadiah’ atas kelalaian dan kesalahan Mitra Kukar. Hal inilah yang membuat munculnya isu konspirasi di tubuh PT. LIB dan PSSI terkait dengan juara yang diraih oleh Bhayangkara FC.

Bali United pun Diikutsertakan

Dalam rapat tersebut, pihak manajemen Bali United pun diikutsertakan karena tim tersebut merasa dirugikan atas pemberian hadiah bagi Bhayangkara FC. Bali United sendiri kala itu berada di puncak klasemen dan memiliki selisih 2 poin dari Bhayangkara FC. Namun atas hadiah yang diberikan PT. LIB, Bhayangkara FC pun naik kasta ke puncak klasemen.

Poin Bhayangkara FC dan Bali United memang sama, namun karena aturan head to head, maka Bhayangkara FC berhak berada di atas Bali United yang kalah agregat pertemuan. Hal ini pun sangat merugikan Bali United yang telah berjuang secara murni dalam kompetisi ini. Jika tidak ada pemberian hadiah tersebut, maka Bali United bisa dipastikan menang di pekan lalu karena hasil di pekan terakhir (Minggu ini) tidak akan mempengaruhi klasemen.

Semua kemungkinan masih bisa terjadi jika Bhayangkara FC tidak mendapatkan hak ekslusif dari para petinggi PT. LIB. Namun sayangnya, hadiah dari Komdis membuat peluang Bali United untuk menjadi juara pun tertutup. Dalam rapat Jumat kemarin, semua pihak yang terkait pun mengadakan pertemuan untuk menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi.

Hasil dari keputusan rapat tersebut pun dijabarkan oleh Ratu Tisha Destria selaku Sekjen PSSI. Ia menuturkan bahwa atas kejadian tersebut, Bhayangkara FC dinyatakan juara Liga 1 Indonesia melalui rapat pada Jumat lalu. Ya, secara teknis Bhayangkara FC sudah mengantongi juara dari PSSI dan PT. LIB selaku penyelenggaran kompetisi.

Konspirasi Liga Indonesia?

Banyak orang yang menganggap bahwa apa yang terjadi di akhir kompetisi ini merupakan sebuah konspirasi, apalagi Bhayangkara FC dimiliki oleh Polri. Sebagai salah satu institusi paling korup, Polri tentu ingin mendapatkan keuntungan dari gelar juara tersebut.

Harga saham Bhayangkara FC akan naik dan para pejabat Polri dapat menikmati perputaran uang di tubuh klub. Apalagi menjelang laga, ada intimidasi yang dilakukan oleh polisi yang memadati ruang ganti Madura United.

Sekali lagi, carut marut sepak bola Indonesia pun menjadi akhir cerita kompetisi musim ini.

Konspirasi Liga Indonesia: Bhayangkara FC Juara Melalui Rapat Khusus on November 12, 2017 rated 4.0 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here