Juara Liga Indonesia, Bhayangkara Bawa Nama Baik Indonesia

0
12

Juara Liga Indonesia, Bhayangkara FC Justru Coreng Nama Baik Sepak Bola Indonesia

Gelaran Liga 1 Indonesia sudah selesai setelah seluruh tim menyelesaikan 34 partai di musim ini. Seperti halnya pada musim-musim berikutnya, Liga 1 Indonesia musim ini menyajikan beragam drama yang mewarnai perjalanannya. Mulai dari isu pengurus yang tidak profesional, aliran dana yang tidak transparan, hingga berbagai kejutan yang menyelimuti perjalanan kompetisi tertinggi di Indonesia. Di sektor non teknis, kematian kiper Persela Lamongan, Choirul Huda menjadi yang paling heboh karena harus ada korban di kompetisi Indonesia.

Namun ternyata kejutan pun tak berakhir di situ karena hingga pekan terakhir, ada sejumlah kontroversi yang menyelimuti sepak bola Indonesia. Kisah dimulai saat Mitra Kukar mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI karena memainkan pemain yang ternyata dilarang untuk tampil meski tidak tercantum pada Nota Pemain. Bhayangkara FC pun mendapatkan durian runtuh dengan tambahan dua poin yang langsung mendongkrak posisi mereka ke peringkat pertama. Di sinilah masalah lain muncul.

PSSI dan PT. LIB selaku operator dinilai tidak kompeten dalam menjadi penyelenggara liga karena carut marut dan ketidakjelasan soal hukuman yang berlaku. Poin yang diberikan kepada Bhayangkara FC secara cuma-cuma pun membuat klub yang dimiliki oleh Polisi itu menjadi juara kompetisi mengangkangi Bali United. Tak heran jika hal tersebut langsung menjadi sorotan dari setiap pihak yang terlibat dalam kompetisi ini. Dari sekian banyak pihak, tentu Bali United yang paling dirugikan atas kasus yang terjadi.

Irfan Bachdim Komentari Trofi Juara Bhayangkara FC

Sebagai tim yang menjadi kandidat kuat untuk menjadi juara, mereka justru harus rela menyaksikan rival utamanya mengangkat trofi juara. Tambahan poin yang diberikan PSSI telah mencederai fair play. Lembaga yang mengurusi sepak bola Indonesia ini dinilai gagal menjadi pengadil yang bijak.

Meski melakukan banding atas pemberian poin tersebut, tapi sepertinya usaha tersebut akan gagal karena upaya PSSI mendapatkan dukungan penuh dari para Polisi. Kini Bali United pun harus rela dikalahkan secara tidak fair oleh Bhayangkara FC yang telah resmi menjadi juara Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia. Klub yang baru lahir beberapa bulan yang lalu ini berhasil mengangkat piala pertama mereka dalam debutnya di kompetisi tertinggi di Indonesia.

Bahkan salah satu punggawa Bali United, Irfan Bachdim pun turut angkat bicara terkait dengan masalah yang merugikan timnya. Irfan menyebutkan bahwa meski tidak menjadi juara liga, tapi ia yakin bahwa seluruh pecinta dan pengamat sepak bola Indonesia tahu bahwa Bali United lah yang merupakan juara sejati dari kompetisi ini. Mereka gagal karena dicurangi, bukan karena prestasi di atas lapangan.

Apalagi Bali United sendiri memang sedari awal tidak menargetkan untuk menjadi kampium di Liga Indonesia. Bali United hanya menarget 5 besar dan kini, hasilnya mereka berada di peringkat kedua dan berhak untuk melaju ke AFC Cup yang akan digelar pada tahun depan. Bersama PSM Makassar, Bali United akan menjadi wakil Indonesia di ajang yang mempertemukan klub terbaik di Asia.

Carut Marut Liga Indonesia

Keluarnya Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 Indonesia justru sama sekali tidak membanggakan. Sebaliknya, tim yang dimiliki oleh Polri itu mencoreng nama baik kompetisi karena menggunakan kekuasaan untuk menekan prestasi lawan.

Di musim depan, banyak pihak yang pesimis terkait dengan penyelenggaraan liga sepak bola di Indonesia. Bukan tidak mungkin jika klub yang berafiliasi pada institusi akan kembali juara dengan cara yang tak bisa kita prediksi.

Juara Liga Indonesia, Bhayangkara Bawa Nama Baik Indonesia on November 14, 2017 rated 4.1 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here