Hidup Bak Sebuah Dongeng, Akankah Kisah Heroik Montella Terulang Lagi?

0
18

Anda boleh berada di garis terdepan yang mengompori manajemen AC Milan untuk memecat Vicenzo Montella. Performa AC Milan musim ini memang sangat buruk sehingga mereka harus berada pada posisi tengah di klasemen sementara. AC Milan yang pada musim ini memboyong 11 pemain baru datang dengan asa tinggi. Mereka diprediksi akan menjadi kampium setelah memiliki materi pemain yang lengkap di setiap lini. Namun ternyata, semua prediksi pengamat dibantah secara langsung dengan penampilan buruk Milan di musim ini.

Jika ada seseorang yang patut untuk disalahkan, maka Montella berada di garis terdepan untuk mendapatkan kredit tersebut. Sebagai pelatih Montella dianggap gagal menyatukan tim disaat manajemen sudah menggelontorkan dana besar untuk merombak komposisi pemain. Kini Montella pun sedang menghadapi masalah serius di ruang kerjanya karena performa buruk tim di lapangan hijau.

Namun jika Anda tahu perjalanan karir Montella, masalah yang kini menjadi kendala utama sang pelatih ternyata tidak seberapa dengan apa yang pernah dilaluinya. Montella merupakan salah satu pemain tersukses di Italia. Bersama AS Roma, ia mengantarkan berbagai trofi dan berhasil mendapatkan berbagai penghargaan atas kinerjanya sebagai pemain. Meski setelah menjadi pelatih belum memiliki prestasi yang gemilang, namun Montella merupakan contoh teladan di dunia sepak bola.

Diantara Pemain Timnas Italia atau Tukang Kayu

Sebagaimana kehidupan di wilayah Pomigliano d’Arco yang merupakan kawasan industri. Montella tumbuh bersama anak-anak lain yang gemar bermain bola di lapangan dan jalanan yang ditutupi debu pabrik. Sang ayah, Nicola Montella merupakan salah satu pekerja pabrik di sebuah bengkel otomotif ternama. Di waktu luangnya, Nicola Montella pun mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai tukang kayu freelance.

Ia bekerja selama 15 jam lebih dalam sehari demi menghidupi 5 anaknya. Montella yang saat itu masih kecil, ternyata memiliki bakat olah bola yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan anak seusianya. Tak heran jika pemandu bakat Empoli yang menemukannya ingin agar Vicenzo Montella pergi ke Empoli.

Dilema pun hadir karena kala itu, Montella dianggap masih terlalu kecil untuk meninggalkan kampung halamannya. Namun setelah mengalami pergolakan batin, akhirnya orang tua Montella setuju merelakan anak lelakinya pergi 400 km jauhnya ke Empoli. Bagi seorang anak berusia 12 tahun, berpisah dengan orang tuanya dapat mempengaruhi perkembangan mental anak. Namun tidak dengan Montella, justru ia kembali menunjukkan bahwa meski masih kecil, ia dapat mengatasi masa-masa sulitnya.

Montella pun dikenal sebagai pemain yang memiliki pikiran yang lebih dewasa dibandingkan dengan teman sebayanya. Tak heran jika ia pun menjadi anak kesayangan Fabrizio Corsi, yang kala itu menjadi pelatih Empoli. Corsi yang kini menjabat sebagai Presiden klub merupakan salah satu Godfather bagi Montella. Corsi berperan besar sebagai ayah asuh kala Montella mengalami masa-masa sulit.

Ya, Montella kecil ternyata memiliki masalah serius yang hampir merenggut karir sepak bolanya. Saat berusia belasan tahun, Montella mengalami patah tulang panggul. Ia juga didiagnosis terkena infeksi virus. Tak hanya itu, Montella pun mengalami serangan jantung!

Fabrizio Corsi yang saat itu menjadi pelatihnya pun membawa Montella ke dokter dan berkata

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada nasib anak ini. Ia mungkin bisa sembuh dan memperkuat timnas Italia atau cedera dan kembali ke Pomigliano dan menjadi tukang kayu di sana,” kata Corsi.

Namun masa sulit itu justru membuat Montella bangkit dan berhasil membawa Empoli promosi. Sejak saat itu nasibnya pun membaik dan menjadi legenda Roma.

Akankah cerita heroik ini terulang lagi?

Hidup Bak Sebuah Dongeng, Akankah Kisah Heroik Montella Terulang Lagi? on November 4, 2017 rated 5.0 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here