Cerita Sejarah Cerita Gelar “Sir” Alex Ferguson

0
15

6 November 1986, Awal Cerita Gelar ‘Sir’ dalam Nama Alex Ferguson

Hari ini, 31 tahun yang lalu, seorang pelatih asal Skotlandia ditunjuk oleh Martin Edwards yang kala itu menjadi Presiden Manchester United. Namanya masih asing di dunia sepak bola Inggris karena saat itu, Alexander Chapman Ferguson hanya seorang pelatih klub Skotlandia. Aberdeen yang kala itu sedang ditukangi oleh Ferguson ternyata menjadi pertimbangan Presiden MU untuk membawa Fergie ke Old Trafford.

Kisah kesuksesan Fergie diawali oleh kegagalan Ron Atkinson, yang kala itu dinobatkan sebagai pelatih tersukses di MU. Ron Atkinson telah membawa MU ke dalam fase kritis di zona degradasi. Sang Presiden pun dengan terpaksa memberhentikan Atinson dari kursi kepelatihan. Padahal Edwards sendiri mengakui bahwa pekerjaan terberatnya adalah melakukan PHK terhadap pelatih tersukses MU kala itu. Namun, hal tersebut harus dilakukan guna menyelamatkan tim.

Kekosongan pelatih di MU pun memunculkan nama-nama pelatih kawakan yang akan diboyong ke Old Trafford. Nama seperti Terry Venables, Brian Clough, hingga Bryan Robson yang kala itu masih menjadi pemain pun dirumorkan akan menjadi penerus Atkinson. Namun kegemilangan Aberdeen dalam dua musim terakhir telah membuat Edwards memilih Ferguson sebagai pelatih MU. Sebagai catatan, Fergie berhasil membawa Aberdeen 3 kali menjadi juara Liga Skotlandia dan 4 gelar Piala Skotlandia.

Di kompetisi internasional, Ferguson pun terkenal sebagai manajer yang membawa Aberdeen mengalahkan Real Madrid yang kala itu dilatih oleh Alfredi Di Stefano pada final Piala UEFA 1982/83. Tak heran jika ia dipilih sebagai suksesor Ron Atkinson di MU.

Perjalanan Karir Seperti Pesawat Terbang

Namun perjalanan karir Fergie di awal musim bersama MU tak berjalan mulus. Bahkan dalam 4 musim pertamanya, Fergie kerap membawa MU berada di posisi 11 klasemen selama 2 musim berturut-turut. Di tahun keempat, saat isu pemecatan mulai terdengar, MU berhasil memperoleh gelar Piala FA di laga replay melawan Crystal Palace.

Sejak saat itulah karir Ferguson di Manchester United memiliki titik terang. Bahkan layaknya sebuah pesawat terbang, karir Ferguson selalu naik ke atas setelah melakukan lepas landas dengan menyabet gelar Piala FA. Tahun 1900-an juga menjadi awal karir cemerlang Ferguson. Bersama MU, ia meraih gelar Liga Inggris pertama di tahun 1992/93.

Kala itu MU pun diisi oleh remaja penuh potensi yang tertanam dalam diri David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, si kembar Neville, dan juga Nicky Butt. Keenam pemain tersebut juga mendapatkan julukan Fergie Babes karena besar dalam didikan dan arahan Ferguson. Nama lain yang disematkan kepada 6 pemain ini adalah Class of ’92 yang merupakan tahun angkatan mereka mentas ke level profesional.

Fergie bahkan nekat menjual beberapa pemain kunci setelah mengorbitkan Class of ’92. Nama-nama seperti Paul Ince, Mark Hughes dan Anderi Kanchestkis dilepas begitu saja sehingga rata-rata pemain MU berusia 20 tahunan. Hal tersebut pun dicibir oleh beberapa pelatih yang menilai bahwa MU tak akan bisa berjaya dengan ‘bocah-bocah’ yang dimiliki Fergie.

Gelar Sir dari Pemerintah Inggris

Namun prediksi para pelatih dan pengamat itu terbukti salah. Bersama Fergie Babes, ia berhasil meraih gelar prestisius untuk Manchester United. Meski gagal meraih gelar Liga Inggris, namun Mu berhasil meraih Community Shield di awal musim.

Bahkan pada musim berikutnya, Fergi membungkam para kritikus dengan terus meraih gelar Community Shield, Piala FA, hingga Treble Winners yang mereka raih di akhir 90-an. Ia mencatat sejarah penting bagi sepak bola Inggris dan dunia dengan menjuarai 3 gelar prestisius; Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions!

Gelar Sir pun diberikan dari Kerajaan Inggris atas prestasinya bersama MU. Kini, meski sudah pensiun, Ferguson masih sangat dihormati di Inggris.

Cerita Sejarah Cerita Gelar “Sir” Alex Ferguson on November 6, 2017 rated 4.0 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here