Bhayangkara FC Juara, Potret Carut Marut Liga Indonesia

0
92

Bhayangkara FC Juara, Potret Carut Marut Liga Indonesia

Kemenangan Bhayangkara FC saat melawan Madura United langsung menahbiskan mereka sebagai juara di Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia. Namun ternyata, kemenangan itu langsung disambut komentar miring soal fair play yang terjadi di tubuh PSSI dan juga PT. LIB. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, Bhayangkara FC beberapa waktu yang lalu baru saja dinyatakan menang 3-0 saat melakukan banding pasca pertandingan melawan Mitra Kukar.

Manajemen Bhayangkara FC beragumen bahwa dalam pertandingan yang berakhir imbang itu, Mitra Kukar bermain curang karena memainkan Sissoko. Tim kepolisian itu menyatakan bahwa sang pemain harusnya tidak boleh dimainkan karena sedang menjalani sanksi larangan pertandingan. Namun hal tersebut ditampik oleh manajemen Mitra Kukar yang menyatakan bahwa eks pemain Liverpool itu tidak ada dalam daftar cekal pertandingan.

Tak heran jika Mitra Kukar pun menurunkan pemain sebagai salah satu pemain pengganti. Awalnya, tidak ada masalah serius yang meributkan kehadiran Sissoko di lapangan hijau. Hingga akhirnya Bhayangkara FC melayangkan surat kepada PT. LIB selaku operator untuk meninjau kembali masalah tersebut. Hasilnya, PT. LIB secara mengejutkan memberikan sanksi kepada Mitra Kukar dengan memberikan kemenangan kepada tim kepolisian karena Mitra Kukar dianggap WO.

Dengan keputusan tersebut, posisi Bhayangkara FC pun terdongkrak ke posisi pertama menggeser Bali United. Meski raihan poin mereka sama, namun persaingan Head to Head membuat tim kesayangan kepolisian Indonesia itu berada di puncak pertama. Dalam pekan 31 kemarin, Bhayangkara FC pun menang secara mengejutkan saat melawan Madura United. Apalagi ada 3 pemain Madura United yang dikartu merah wasit. Tak heran jika kemenangan Bhayangkara FC pun dinodai dengan tindakan tidak fair dari PSSI, PT. LIB dan Bhayangkara FC sendiri.

Konspirasi Polisi di Tubuh Liga Indonesia?

Setelah memenangkan pertandingan dan dianggap sebagai ‘juara’ baru di Liga Indonesia, Bhayangkara FC justru langsung mendapatkan kecaman dari seluruh suporter bola di Indonesia. Mereka justru kini bersatu mendukung Bali United yang di-dzolimi oleh Bhayangkara FC.

Banyak yang menduka ada sebuah konspirasi di balik kemenangan Bhayangkara FC. Bahkan manajer Madura United sendiri mengakui bahwa ada tekanan dan teror yang terjadi sebelum laga melawan Bhayangkara FC. Tekanan dan teror disebutkan melalui pencekalan suporter yang datang menjelang pertandingan dimulai.

Bhayangkara FC merupakan simbol dari polisi di sepak bola Indonesia, jadi manajer Madura United itu mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut merupakan bentuk dari faktor non teknis yang mempengaruhi pertandingan.

“Ada seseorang yang ingin kami kalah. Tapi saya tidak mau menyebutkan namanya,” ujar manajer Madura United.

Warganet pun tumpah ruah di sosial media mengomentari kemenangan Bhayangkara FC. Mulai dari cuitan konyol, kasar, hingga nada-nada yang

berbau ironi tentang masa depan sepak bola Indonesia. “Begini kalo polisi ikut campur olah raga,” tulis salah satu cuitan di Twitter.

Ada banyak respon negatif yang menanggapi kemenangan Bhayangkara FC yang akhirnya menjadi ‘juara’ liga untuk pertama kalinya. Bahkan banyak suporter yang mengkaitkan masa lalu Bhayangkara FC yang terkait dengan Persebaya FC dan Bonek yang terkenal biang rusuh.

Banyak yang menganggap bahwa kemenangan Bhayangkara FC justru membuat nama baik sepak bola Indonesia tercoreng. Selain karena tidak adanya keterbukaan dan transparasi soal finansial klub dan petinggi di jajaran PT. LIB, ada banyak partai yang terindikasi diatur untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Bhayangkara FC Juara, Potret Carut Marut Liga Indonesia on November 9, 2017 rated 3.9 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here