4 Kontroversi yang Menyelimuti Liga 1 Indonesia Musim Ini

0
21

Usai sudah perjalanan kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia musim ini dengan Bhayangkara FC keluar sebagai juaranya. Meski diiringi dengan kontroversi, tapi bagaimanapun juga kita harus menghormati keputusan PSSI selaku otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia. Meski kalah di laga pamungkas, namun Bhayangkara FC meraih trofi juara karena menang head to head dengan Bali United yang memiliki poin yang sama.

Baik PSSI dan PT. LIB sendiri mendapatkan sorotan dalam perjalanan mereka musim ini. Ajang Gojek Traveloka Liga 1 pun menyajikan berbagai kenangan manis dan kenangan pahit yang membuat musim ini lebih berwarna. Dalam perjalanan panjang di musim ini, ada beberapa hal menarik yang menyertai perjalanan kompetisi. Di bawah ini, kami akan menyajikan deretan kejadian yang berhasil mencuri perhatian suporter bola di tanah air.

Kontroversi di Liga 1 Musim Ini

  1. Klub Bersatu untuk Mogok

Ada satu hal yang berhasil mencuri perhatian awak media menjelang berakhirnya kompetisi Gojek Traveloka Liga 1. Yakni ada 15 tim yang tergabung dalam sebuah forum dan menyatakan akan mogok untuk bermain. Tim-tim tersebut bergabung menjadi satu karena merasa tak puas dengan kinerja operator klub.

Tim yang tergabung dalam sebuah forum tersebut menganggap bahwa ada sesuatu yang mengganjal perjalanan liga Indonesia. Meskipun mengancam untuk mogok, namun nyatanya semua tim tetap melanjutkan sisa pertandingan hingga berakhirnya kompetisi musim ini.

  1. Meninggalkan Choirul Huda

Liga 1 Indonesia kembali meminta tumbal. Choirul Huda yang merupakan penjaga gawang Persela Lamongan harus meregang nyawa pada 15 Oktober 2017 di stadion Surajaya, Lamongan. Kiper berusia 38 tahun itu dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setelah mengalami benturan keras dengan bek Persela.

Kejadian tersebut pun langsung mendapatkan perhatian dari media olah raga dari Indonesia. Bahkan kematian Choirul Huda pun berhasil menarik perhatian para pesepakbola dunia dan media internasional. Kejadian seperti ini pun diharapkan tidak terulang lagi di kompetisi berikutnya.

Hingga kini, nama Choirul Huda akan selalu dikenang sebagai one man club Persela Lamongan.

  1. Drama Duel Persija vs. Persib

Persija Jakarta yang sudah lama menjadi musuh bebuyutan Persib Bandung pun menjadi laga yang penuh kontroversi di musim ini. Duel yang kerap berakhir dengan kericuhan itu pun dipindah ke Solo untuk menjaga kondusivitas Ibu Kota Jakarta.

Wasit Shaun Evans kini dijadikan kambing hitam atas terjadinya drama tersebut. Gol Persib dianulir meski terlihat jelas melewati garis gawang. Kartu merah yang diberikan kepada pemain Persib pun membuat laga semakin panas dan Maung Bandung ogah melanjutkan pertandingan.

Atas keputusan Persib yang dianggap WO, Persija pun diganjar kemenangan 3 gol tanpa balas.

  1. Juara Bhayangkara FC

Kontroversi terakhir adalah keluarnya Bhayangkara FC sebagai juara turnamen musim ini. Meski masih menjadi perdebatan, PSSI dan PT. LIB menganggap bahwa The Guardian merupakan tim yang sah menyandang gelar juara musim ini.

Bali United sendiri menjadi tim yang paling dirugikan atas ulah PSSI yang memberikan tambahan 2 poin bagi Bhayangara FC. Meski memiliki poin yang sama, Bali United harus puas berada di posisi kedua setelah kalah head to head dengan Bhayangkara FC.

Keempat peristiwa tersebut harusnya bisa membuat PSSI dan PT. LIB melakukan pembenahan dalam aturan di Liga Indonesia. Semoga di musim depan, kompetisi sepak bola Indonesia bisa lebih baik lagi.

4 Kontroversi yang Menyelimuti Liga 1 Indonesia Musim Ini on November 14, 2017 rated 5.0 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here