4 Kiper yang Diprediksi Akan Jadi Suksesor Buffon di Eropa

0
14

Penjaga gawang merupakan salah satu posisi yang paling penting bagi sebuah klub. Tak peduli seberapa hebat striker yang dimiliki klub, jika mereka tidak memiliki penjaga gawang mumpuni yang melengkapi barisan belakang, maka semuanya akan sia-sia. Sudah banyak klub yang mengalami hal serupa, disaat para penyerang panen gol dari gawang lawan, gawang sendiri justru kerap kebobolan dan kemenangan di depan mata pun hilang seketika. Tak heran jika peranan kiper berpengalaman sangat dibutuhkan oleh setiap klub.

Ada sebuah mitos di dalam sepak bola yang selama ini masih dianut oleh sebagian besar klub-klub Eropa. Penjaga gawang yang ideal adalah mereka yang berumur 30 tahun ke atas. Mitos ini diadopsi oleh sebagian besar klub Italia dan sebagian kecil klub Inggris. Mereka percaya bahwa kiper yang sudah berumur 30 tahun ke atas memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk menjaga gawang tetap perawan selam 90 menit pertandingan. Ya, seorang kiper sendiri harus memiliki ketenangan, pengalaman, dan reflek yang baik dalam menghadang bola.

Namun trend di sepak bola modern berubah seiring banyaknya kiper muda yang sudah berhasil masuk ke tim utama. Sebut saja David De Gea yang kala itu menjadi penjaga gawang nomer 1 Atletico Madrid sebelum akhirnya diboyong ke Manchester United. Tren penjaga gawang muda pun mulai mewabah dan dianut oleh beberapa klub sepak bola. Di bawah ini, kami tampilkan deretan penjaga gawang muda yang sudah berhasil masuk ke tim utama.

Mattia Perin

Nama Mattia Perin meroket karena memiliki kemampuan yang baik dalam menjaga gawang klubnya. Bermain di Serie A bersama Genoa, ia sudah menjadi sorotan banyak klub besar Eropa selama penampilannya di Genoa. Meski masih muda, ia sudah menjadi langganan di tim utama berkat kekuatan dan juga kualitasnya.

Perin dianggap memiliki positioning yang bagus dan reflek yang sigap dalam mencegah tembakan keras lawan. Bahkan di musim 2015/16 silam, ia menjadi penjaga gawang nomer dua yang memiliki statistik penyelamatan terbaik. Tak heran jika Perin dianggap menjadi salah satu suksesor Gianluigi Buffon di masa depan.

Jack Butland

Bermain bersama Stoke City, Butland langsung menunjukkan performa gemilang sejak dibeli dari Birmingham City di tahun 2013 lalu. Ia pun menjadi kiper utama tim saat Begovic dibeli ke Chelsea di musim 2015/16.

Namanya mencuat saat ia menjadi sosok gagalnya Eden Hazard dalam mengeksekusi tendangan pinalti. Ia pun pernah menyabet gelar pemain terbaik klub dengan mencetak 10 clean sheet dalam 31 pertandingan. Dengan performanya yang sangat gemilang , ia pun dikontrak hingga 2021.

Gianluigi Donnarumma

Siapa ayng tak kenal dengan nama yang satu ini? Donnarumma menjadi sosok yang kontroversial karena ia masuk ke dalam skuad utama Milan di umur 18 tahun. Bersaing dengan Abbiati dan Diego Lopez, Donnarumma langsung menjadi kiper utama.

Saat remaja seusianya bingung akan memutuskan kuliah dimana, Donnarumma sudah tampil membela I Rossoneri dan melawat ke berbagai negara. Ia tumbuh bersama Napoli dan diboyong ke AC Milan di umur 14 tahun. Hanya butuh 2 tahun di tim junior, Donnarumma langsung diplot sebagai kiper utama oleh Sinisa Mihajlovic yang kala itu terkesan dengan penampilannya.

Jan Oblak

Nama Oblak muncul saat ia menyabet gelar Zamora Trophy di umur 23 tahun. Pemain asal Slovenia ini pun menjadi satu-satunya kiper yang kebobolan paling sedikit dengan catatan 18 gol. Sebelum bergabung bersama Atletico Madrid, ia sudah meraih trebel bersama Benfica di musim 2013/14.

Kepindahannya ke La Liga pun menjadikan namanya tercatat sebagai kiper termahal dalam sejarah sepak bola dan La Liga secara khusus!

4 Kiper yang Diprediksi Akan Jadi Suksesor Buffon di Eropa on November 12, 2017 rated 5.0 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here