3 Fakta Tentang Bhayangkara FC, No. 3 Bikin Liga Indonesia kurang Menarik

0
23

3 Fakta Tentang Bhayangkara FC, No. 3 Bikin Liga Indonesia kurang Menarik

Nama Bhayangkara FC menjadi perdebatan di dunia maya dan lorong-lorong pantry yang dihuni oleh para suporter sepak bola. Para pecinta sepak bola Indonesia pasti sedang bergumam tentang klub yang satu ini. Mulai dari banding yang dilakukan terhadap Mitra Kukar yang memainkan Sissoko, hingga soal predikat juara liga Indonesia yang diraih oleh Bhayangkara FC. Ya, kemenangan 3-1 atas madura United langsung berdampak pada masa depan tim yang memiliki julukan The Guardian. Bhayangkara FC dinyatakan keluar sebagai juara Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia.

Kontroversi yang dilakukan oleh Bhayangkara FC dimulai saat mereka melakukan protes kepada Komdis PSSI yang justru dikabulkan oleh mereka. Mohammed Sissoko yang menurut Bhayangkara FC masih dalam sanksi larangan pertandingan justru tampil di lapangan hijau membela Mitra Kukar. Di sisi lain, Mitra Kukar sendiri menampik kabar tersebut. Mereka nekat memainkan mantan pemain Liverpool itu karena nama Sissoko tidaka ada di daftar cekal.

Lucunya, Komdis PSSI justru memberikan dua poin tambahan bagi Bhayangkara FC yang membuat posisi mereka naik ke peringkat pertama. Tambahan dua poin tersebut justru merugikan Bali United yang kala itu masih berada di peringkat pertama. Kontrovesi berlanjut saat laga pertandingan dimana ada isu tentang tekanan non teknis yang diberikan kepada jajaran manajemen, pemain, dan suporter Madura United. Manajer MU bahkan mengatakan bahwa ada seseorang yang tidak ingin melihat Madura United menang.

Terlepas dari kontroversi yang sedang menggema di dunia sepak bola Indonesia, berikut beberapa fakta yang perlu diketahui tentang Bhayangkara FC. Berikut ulasan lengkapnya!

Pelatih Fenomenal

Nama Simon McMenemy tentu bukan nama yang asing di dunia sepak bola Indonesia. Pelatih asal Skotlandia ini sudah lama berada di kancah tertinggi sepak bola Indonesia. Selain gayanya yang nyentrik, pelatih berusia 39 tahun ini pun memiliki gaya kepelatihan yang bagus. McMenemy suka terhadap pengembangan pemain muda sehingga ia pun kerap mengkombinasikan pemain senior dan pemain muda.

McMenemy pernah menangani Mitra Kukar selama dua musim. Ia pun pernah menukangi Madura United kala klub tersebut masih bernama Pelita Bandung Raya di musim 2013/14. Meski sempat vakum di dunia kepelatihan, ia akhirnya kembali ke Indonesia setelah diyakinkan untuk melatih Bhayangkara FC.

Setelah melihat materi pemain dan diyakinkan akan menjadi juara, ia pun luluh dan kembali terbang ke Indonesia.

Gelandang Top Beda Generasi

Satu hal yang membuat Bhayangkara FC menjadi salah satu tim kuat adalah materi pemain yang komplit. Selain ditukangi oleh pelatih fenomenal asal Skotlandia, materi yang dimiliki Bhayangkara FC pun lengkap. Mereka memiliki sejumlah pemain muda berbakat. Komposisi itu pun digabung dengan pemain senior yang punya banyak pengalaman.

Di lini tengah, Bhayangkara FC memiliki materi gelandang top. Diisi oleh Firman Utina yang sudah kenyang pengalaman di dunia sepak bola Indonesia, ia menjadi jenderal di lini tengah. Berduet dengan Evan Dimas, dua pemain ini saling melengkapi satu sama lain di setiap pertandingan.

Dimiliki Oleh Polisi

Bhayangkara FC dimiliki oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan memiliki sebanyak 90% saham klub. Sedangkan 10% sisanya dimiliki oleh Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade. Nama klub pun berganti menjadi Bhayangkara FC setelah sebagian besar saham dimiliki oleh Polri.

Dengan adanya Polisi dan TNI di liga Indonesia, tak heran jika dunia sepak bola kita sudah tidak asik lagi dan jauh dari kesan fair play.

3 Fakta Tentang Bhayangkara FC, No. 3 Bikin Liga Indonesia kurang Menarik on November 9, 2017 rated 4.1 of 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here